Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Trader Saham

panduaninvestasi.com – Jika berbicara trading saham, maka kita akan sering menemukan filosofi melakukan kegiatan beli dan jual saham dalam waktu yang relatif singkat, bisa dalam hitungan menit, jam atau beberapa hari dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih kenaikan antara harga beli dan harga jual. Namun terkadang kita sering menemukan problem jika melakukan trading saham yaitu “Sering Rugi dari pada Untung“.

Nah problem seperti ini umumnya kita temukan pada trader pemula yang belum terlalu paham dengan seluk beluk trading saham, ada juga yang ikut ikutan ajakan dan rekomendasi pihak lain untuk melakukan aksi beli dan jual saham tanpa melakukan analisa ulang apakah sudah berada pada posisi yang tepat untuk melakukan aksi beli atau aksi jual sebuah saham.

Untuk itu saya akan mencoba memberikan pandangan mengapa para trader saham sering kali rugi dari pada untung dan beberapa kesalahan elemen dasar dalam melakukan trading saham diantaranya :

1. Tidak Mempunyai Trading Plan

Pernahkan anda mendengar kata trading plan ? Jika belum saya akan mencoba memberikan gambaran mengenai trading plan ini. Trading plan adalah kerangka perencanaan trading terhadap sebuah saham dimana sudah ada gambaran jelas dimana titik support dan target harga yang ingin dicapai, selain itu sudah ada kemungkinan yang telah dipersiapkan jika seandainya saham tersebut menembus titik support tadi. Dalam membangun trading plan, biasanya sudah terdapat bagaimana analisa teknikal saham tersebut, bagaimana pergerakan bandarmologinya dan news yang melekat pada saham tersebut. Disamping ketiga hal tersebut mungkin ada lagi elemen dasar yang lain, semua itu tergantung dari masing masing trader yang menggunakannya karena setiap trader saham mempunyai gaya trading yang berbeda beda dengan pemahaman masing masing,

Jika anda ingin sukses dalam trading saham, membuat trading plan adalah sebuah keharusan dan tidak boleh ditawar. Tanpa trading plan, anda hanya akan mengikuti arus dan tidak tahu apa action yang harus dilakukan jika arus tersebut semakin kencang.

2. Takut Menjual Saham Rugi, Berani Menjual Saham Untung 

Pernahkah anda melakukan hold terhadap saham yang nilainya turun terus bahkan hingga minus 20, 30 sampai 50% tapi dengan mencoba menguatkan diri bahwa saham ini akan naik lagi. Jika pernah, maka saya sarankan anda merubah cara trading anda. Hal tersebut banyak saya temukan dan sering saya dengarkan curhatan para trader saham yang mengalami hal tersebut. Sebenarnya hal tersebut merupakan kesalahan diatas kesalahan, artinya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kebanyakan hal tersebut disebabkan oleh keyakinan yang terlalu berlebihan terhadap saham yang dipegang, walaupun sudah rugi 20-30% tapi masih yakin saham tersebut akan naik padahal posisinya adalah trading bukan investing. Tentu hal ini adalah kesalahan fatal karena trading dan investing itu adalah dua hal yang berbeda, pemilihan sahamnya pun dengan cara yang beda dengan pendekatan yang berbeda.

Kemudian, Berani menjual saham untung. Maksudnya disini adalah terlalu tergesa gesa menjual saham yang trend nya sedang naik. Jika anda sudah memahami ilmu bandarmologi, maka anda pasti sudah paham bagaimana mengenali sebuah trend saham, sejauh mana trend kenaikan tersebut, kapan saat yang tepat menjual saham tersebut. Memang hal ini tidak akan mudah karena tidak semua trader saham bisa memahami dengan baik ilmu bandarmolgi ini, setidaknya jika belum paham dengan bandarmologi, anda bisa menggunakan analisa teknikal untuk memberi patokan diharga berapa saya harus menjual saham ini.

Nah jika anda sudah bisa menghindari dua point kesalahan yang sering dilakukan oleh para trader saham, selamat anda setidaknya sudah bisa mempunyai gambaran dalam melakukan trading saham dan meminimalisir kerugian.

Semoga suksesss.. Salam Profit

 

 

 

Penulis : Oktommy P

www.panduaninvestasi.com – partner your investment

Instagram @panduaninvestasi

 

 

Tinggalkan komentar